
Punya masalah dengan membaca? Sering bosan atau mengantuk sewaktu
membaca? (atau bahkan ketiduran) Itu wajar! Karena membaca bukan hal
yang bisa dipaksakan. Coba lihat. Bukankah makan sayur itu penting? tapi
apa kita mau makan sayur mentah-mentah? Tentu tidak. Kita masak
terlebih dahulu sang Sayur baru kemudian bisa dikonsumsi. Bahkan tidak
sedikit juga yang hanya mau makan sayur jika dimasak dicampur dengan
yang lain seperti sayur dalam mie ayam atau yang lainnya. Membaca, atau
aktivitas lain yang tidak kalian suka juga kurang lebih seperti itu. Ada
dari mereka yang betah membaca hanya pada saat sepi, ada juga yang suka
membaca sambil mendengarkan musik, bahkan ada juga yang lebih suka
membaca ebook lewat notebook daripada buku asli. Membaca harus
dimodifikasi dan disesuaikan dengan selera agar kita bisa betah
melakukannya. Dan yang bisa menjawab selera tersebut ya... hanya diri
individu kita masing-masing.
Budaya membaca mempunyai
banyak faktor yang mempengaruhi. Tempat, waktu, objek yang dibaca, tipe
bacaan, semua punya bisa berpengaruh. Jika terus saja mengantuk jika
membaca di kamar maka coba tempat yang lain; di taman, di teras, di
kelas, atau bisa juga di warung. Kalau malam hari terasa berat untuk
membaca coba di waktu sore jika masih tidak enak coba ketika habis makan
atau waktu yang lain. Bagi perokok coba membaca dengan ditemani
secangkir kopi dan rokok. Sebenarnya simpel, cukup sandingkan membaca
dengan waktu, tempat, atau hal lain yang kita sukai.
Berbagai
karakter membaca timbul dari karakter tiap manusia yang berbeda-beda.
Jujur saya tidak bisa jika disuruh membaca suatu buku dari awal hingga
akhir sampai lunas. Saya lebih cenderung meloncat ke bagian yang menarik
lalu menyebar ke bagian yang lainnya. Ada yang bilang ini merupakan
tipe mambaca chef yang suka memilah-milah sesuai dengan selera. Ada juga
tipe arkeolog yang suka membaca dengan perlahan dan teliti dari awal
hingga akhir. Dan ada juga yang cukup lucu yakni tipe pembalap yang suka
membaca cepat tanpa memperhatikan rambu-rambu(yang penting selesai mbuh
paham mbuh ora). Tiada yang salah dengan cara membaca tersebut. Jika
masing-masing dari kita mau mencari insy kita bisa menemukan cara yang
tepat untuk membaca.
Membacalah dari hal yang kecil dan
kalian sukai. Ada cerita dari temannya teman saya yang dulu hanya suka
membaca komik dan tidak yang lain. Kemudian suatu ketika dia membaca
suatu komik yang didalamnya sering membahas gangguan kejiwaan atau bisa
disebut masalah psikologi. Dari sana ia mulai tertarik dengan psikologi
dan sering melakukan browsing-browsing. Dan secara tidak sengaja ketika
berkunjung ke bookfair ia menemukan sebuah buku mengenai psikologi dan
langsung saja ia beli (wong jenenge seneng!). Dalam buku psikologi
tersebut, ia menemukan seorang tokoh yang kutipan-kutipan kalimatnya
fenomenal. Ternyata tokoh tersebut adalah seorang ahli linguistik (Ahli
bahasa). Dengan menulusuri background tokoh tersebut ia menemukan sebuah
garivitasi yang secara menarik, menariknya ke dalam dunia linguistik.
Berawal dari hal tersebut ia mulai menyukai kuliah karena ternyata ia
juga adalah seorang mahasiswa jurusan bahasa. Memang begitulah ilmu
pengetahuan: semakin kita mengerti semakin kita haus untuk lebih
mengerti dan itu akan terus merambat selama ia mau untuk terus belajar.
Jangan mulai membaca dari hal yang tidak disukai karena itu hanya akan
membuat kita semakin membenci membaca.
Gimana? Maukah Anda
sekarang membaca? sudah tau caranya to? Hilangkan persepsi buruk
mengenai membaca. Pikirkan saja mengenai sayur tadi dan mulailah
memasak. Jika punya anak besok ajari dia cara membaca yang benar.
Lengkapi kebutuhan membacanya. Kasih meja khusus membaca, belikan
buku-buku yang bisa menarik perhatiannya, tidak masalah walaupun itu
cuma komik tapi dari komik arahkan ia untuk tertarik membaca yang lain.
Membaca itu mudah asal kita tahu cara membaca dan mau untuk terus
belajar.
Learn, learn and Learn