Sabtu, Januari 11, 2014

Membaca?? Ada caranya




      Punya masalah dengan membaca? Sering bosan atau mengantuk sewaktu membaca? (atau bahkan ketiduran) Itu wajar! Karena membaca bukan hal yang bisa dipaksakan. Coba lihat. Bukankah makan sayur itu penting? tapi apa kita mau makan sayur mentah-mentah? Tentu tidak. Kita masak terlebih dahulu sang Sayur baru kemudian bisa dikonsumsi. Bahkan tidak sedikit juga yang hanya mau makan sayur jika dimasak dicampur dengan yang lain seperti sayur dalam mie ayam atau yang lainnya. Membaca, atau aktivitas lain yang tidak kalian suka juga kurang lebih seperti itu. Ada dari mereka yang betah membaca hanya pada saat sepi, ada juga yang suka membaca sambil mendengarkan musik, bahkan ada juga yang lebih suka membaca ebook lewat notebook daripada buku asli. Membaca harus dimodifikasi dan disesuaikan dengan selera agar kita bisa betah melakukannya. Dan yang bisa menjawab selera tersebut ya... hanya diri individu kita masing-masing.

       Budaya membaca mempunyai banyak faktor yang mempengaruhi. Tempat, waktu, objek yang dibaca, tipe bacaan, semua punya bisa berpengaruh. Jika terus saja mengantuk jika membaca di kamar maka coba tempat yang lain; di taman, di teras, di kelas, atau bisa juga di warung. Kalau malam hari terasa berat untuk membaca coba di waktu sore jika masih tidak enak coba ketika habis makan atau waktu yang lain. Bagi perokok coba membaca dengan ditemani secangkir kopi dan rokok. Sebenarnya simpel, cukup sandingkan membaca dengan waktu, tempat, atau hal lain yang kita sukai.

       Berbagai karakter membaca timbul dari karakter tiap manusia yang berbeda-beda. Jujur saya tidak bisa jika disuruh membaca suatu buku dari awal hingga akhir sampai lunas. Saya lebih cenderung meloncat ke bagian yang menarik lalu menyebar ke bagian yang lainnya. Ada yang bilang ini merupakan tipe mambaca chef yang suka memilah-milah sesuai dengan selera. Ada juga tipe arkeolog yang suka membaca dengan perlahan dan teliti dari awal hingga akhir. Dan ada juga yang cukup lucu yakni tipe pembalap yang suka membaca cepat tanpa memperhatikan rambu-rambu(yang penting selesai mbuh paham mbuh ora). Tiada yang salah dengan cara membaca tersebut. Jika masing-masing dari kita mau mencari insy kita bisa menemukan cara yang tepat untuk membaca.

       Membacalah dari hal yang kecil dan kalian sukai. Ada cerita dari temannya teman saya  yang dulu hanya suka membaca komik dan tidak yang lain. Kemudian suatu ketika dia membaca suatu komik yang didalamnya sering membahas gangguan kejiwaan atau bisa disebut masalah psikologi. Dari sana ia mulai tertarik dengan psikologi dan sering melakukan browsing-browsing. Dan secara tidak sengaja ketika berkunjung ke bookfair ia menemukan sebuah buku mengenai psikologi dan langsung saja ia beli (wong jenenge seneng!). Dalam buku psikologi tersebut, ia menemukan seorang tokoh yang kutipan-kutipan kalimatnya fenomenal. Ternyata tokoh tersebut adalah seorang ahli linguistik (Ahli bahasa). Dengan menulusuri background tokoh tersebut ia menemukan sebuah garivitasi yang secara menarik, menariknya ke dalam dunia linguistik. Berawal dari hal tersebut ia mulai menyukai kuliah karena ternyata ia juga adalah seorang mahasiswa jurusan bahasa. Memang begitulah ilmu pengetahuan: semakin kita mengerti semakin kita haus untuk lebih mengerti dan itu akan terus merambat selama ia mau untuk terus belajar. Jangan mulai membaca dari hal yang tidak disukai karena itu hanya akan membuat kita semakin membenci membaca.

      Gimana? Maukah Anda sekarang membaca? sudah tau caranya to? Hilangkan persepsi buruk mengenai membaca. Pikirkan saja mengenai sayur tadi dan mulailah memasak. Jika punya anak besok ajari dia cara membaca yang benar. Lengkapi kebutuhan membacanya. Kasih meja khusus membaca, belikan buku-buku yang bisa menarik perhatiannya, tidak masalah walaupun itu cuma komik tapi dari komik arahkan ia untuk tertarik membaca yang lain. Membaca itu mudah asal kita tahu cara membaca dan mau untuk terus belajar.

Learn, learn and Learn
Categories: