Selasa, Maret 19, 2013

Kaya atau Miskin


Kalau saya ya pilih jadi kaya. Siapa coba yang mau jadi orang miskin. Sudah tidak punya uang, makan nggak enak banyak utang pisan. Pasti nggak enak. Enaknya ya jadi orang kaya. Punya mobil mewah, makannya enak-enak, pengen apapun bisa terpenuhi. Pengen baju bagus tinggal beli di Mall. Kalau lagi males ke Mall browsing aja di internet dan bayar lewat transfer rekening, tau tau besok barangnya dah nyampe di depa mata. Kalau nggak punya uang boro-boro ke Mall ke pasar pun harus adu mulut dulu ma ibu-ibu penjual. Dan terjadilah pertumpahan darah. Ironis.
Orang kaya itu punya pamor jadi omongannya selalu digubris orang. Tidak pernah dianggap rendah. Selalu dapat posisi di mata masyarakat. Walaupun orangnya gak begitu pintar tapi asal dia kaya pasti orang-orang tunduk padanya. Tapi sebaliknya orang sepintar apapun kalau tidak kaya tidak begitu diperhatikan orang. Wujuduhu ka’adamihi.
Pokoknya jadi kaya itu menyenangkan.
Jadi orang miskin itu tidak enak, baik miskin sekali ataupun miskin dalam kategori pas-pasan. Ingin beli barang baru tidak bisa. Ingin liburan duitnya baru habis buat nyaur utang. Anaknya minta sepatu baru namun hanya bisa  menjanji-janji. Hiburan mereka mungkin hanya tertawa. Ya, tertawa. Mereka sering tertawa bersama-sama.
“Nyoh rokok goblog”
“Goblog? Maksute??”
“Lha murahan og, haha, saking goblog e sampek gak iso tuku rokok”
“Pean mending pak iso tuku, lha aku rokok ae diwei ngene lo hahaha”
“Lha aku mau lo, leh nemu”
“CKAKAKAKAAK”
Guyonan ringan sepanjang waktu. Tidak di teras, di warung, di tempat kerja selalu ada guyonan renyah mengiringi.
Orang pas-pasan juga suka memberi. Saling memberi walaupun sama-sama tidak punya. Kalau sempat beli krupuk, beli lebih untuk diberikan tetangga. Selalu datang di saat yang lain punya hajatan acara. Saling menjenguk jika ada yang sakit. Walaupun tidak bisa memberi sesuatu yang berarti setidaknya bisa membuat suasana dengan guyonan renyah. Para kaum pas-pasan ini seperti punya cara tersendiri dalam menikmati hidup. Cara yang tidak pernah diambah oleh para orang kaya atau bahkan memang tidak bisa. Guyonan apapun dari orang kaya tidak pernah bisa serenyah guyonan sesama orang yang tidak punya yang benar-benar menikmati hidup apa adanya. Setiap pagi setiap anggota keluarga Kaum pas duduk duduk di kursi teras yang sekaligus area untuk tamu. Duduk-duduk saling berbicang berbagi cerita bersama berapa seduhan teh tubruk. Satu gelas untuk 5 orang dan beberapa batang rokok tentunya. Sore juga tidak begitu berbeda. Duduk di teras sambil menyapa tetangga yang lewat. Hutang sebenarnya tidak begitu jadi masalah soalnya yang dihutangi dulu juga salah satu bolo ngopi sewaktu muda dan sekarang pun masih. Jadi bukan alasan untuk berpikir keras dan stress karena hutang. Motor yang sering rusak pun sebenarnya tidak begitu jadi masalah karena seakan-akan memang itulah bahan pembicaraan utama sewaktu santai di teras. Walau sebenarnya tidak ada yang benar-benar paham akan motor tapi yang pentinig berpikir bersama untuk mengatasi masalah salah seorang anggota keluarga. Meskipun kerap jadi ejekan namun sebenarnya itu ejekan guyonan renyah. Rumah yang kecil dan sempit tanpa mereka sadari telah menjadi media pemernyatu keluarga. Pekerjaan yang tidak menentu meluangkan banyak waktu mereka untuk bisa berkumpul dengan keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat. Semua masalah yang ada secara tidak langsung telah menjadi jembatan bagi mereka untuk saling bisa membantu dan memberi. Kelihatan seperti masalah tapi sebenarnya anugrah.
Orang kaya menikmati hidup dengan bantuan kekayaannya. Orang miskin punya cara sendiri dalam menikmati kehidupannya. Kadang orang tak menyadari hal ini dan ingin pindah ke sisi yang berseberangan. Padahal sebenarnya tiap orang punya cara sendiri-sendiri dalam menikmati hidupnya. Orang miskin tidak akan bisa menikmati hidup dengan segala kesibukan orang kaya dan meninggalkan dunia sosialnya. Orang kaya bukanlah tipe yang suka bersosialisasi jadi mereka hanya bisa menikmati hidup dari hartanya. Pilih mana kaya atau miskin, itu tergantung pada cara mana yang anda pilih dalam menikmati hidup.
Categories: