Seperti halnya para orang-orang sukses yang pernah kubaca saya juga sering mengalami kendala. Semua masalah yang terjadi merupakan hal yang wajar. Kata kakak saya: “Orang dewasa adalah orang yang bisa menikmati semua masalahnya”. Saya pikir ini sangat logis dan sangat progresif bagi siapa saja yang sedang dalam masa transisi menuju dewasa. Di manapun seseorang tinggal, takkan pernah bisa lepas dari masalah. Karena saya termasuk dari orang-orang yang masih dalam masa transisi dan sekarang lagi galau gara-gara yang namanya “masalah”, maka saya ingin berpikir lebih lanjut mengenai masalah.
Masalah bukanlah masalah. Saya berusaha memunculkan kalimat ini dalam benak saya. Kata masalah yang kedua adalah kata yang searti dengan kebanyakan persepsi orang-orang yakni kesenjangan antara kenyataan dan harapan yang tentunya selalu menjengkelkan dan membuat frustasi. Sedangkan kata yang pertama adalah kata denotasi, yang memilki arti sebenarnya, yakni kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Itu saja. Masalah tidak menjengkelkan dan tidak pula selalu membuat stress. Kejengkelan akan masalah muncul dari dalam diri si penerima masalah itu tadi, bukan dari masalah itu sendiri. Jadi bisa dikatakan kalau masalah itu sangat tidak menyenangkan jika orang tersebut berpikiran bahwa hal tersebut memang tidak menyenangkan. Seperti gule kambing yang terkadang dianggap tidak enak oleh beberapa orang tapi banyak juga yang menganggapnya enak. Tergantung ia suka daging kambing atau tidak. Namun faktanya, menanggapi masalah sebagai hal yang tidak menyenangkan atau menjengkelkan sama sekali tidak memberikan jalan keluar. Lalu dimana jalan keluarnya? Jalan keluarnya jangan anggap masalah sebagai masalah tapi anggaplah sebagai teman
“Anggap masalah sebagai teman” seperti kata Lenka “Trouble is a friend”. Penyanyi unik ini seprti punya kantong ajaib lalu kemudian ia mengambil sebuah kotak hitam bertuliskan putih “Trouble is a friend”. Dan sayapun terbelalak terkejut seraya kaget setengah mati. Kok ada orang aneh kaya gini. Lalu tak lama kemudian ia melesat terbang dan meninggalkan bekas senyum raja di wajahnya dengan sangat pede(tambah aneh). Sayapun duduk dan kembali pada pose berpikir aristoteles. Saya merenung sejenak mengenai kalimat tersebut. Ternyata benar. Jika masalah itu seperti teman maka kita tidak perlu mempermasalahkan masalah. Teman itu selalu ada di mana saja, jarang ada orang yang tidak punya teman. Jarang ada orang yang tidak memiliki masalah. Teman kadang menyenangkan kadang juga menjengkelkan. Tapi mereka selalu bisa selalu diandalkan. Bahkan sering juga teman membantu dan memotivasi kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Dengan menganggap masalah sebagai teman, ini membantu untuk meyakini bahwa masalah bukanlah masalah.
Masalah itu ujian dan ujian itu juga masalah. Pernahkah anda main game dan kemudian anda larut dalam game tersebut. Pemain anda terus mengalahkan banyak musuh lalu setelah melewati banyak rintangan, musuh, misi-misi anda merasakan bahwa pemain anda semakin kuat karena anda tidak menyadari bahwa pemain anda telah naik level. Dan pada level tersebut anda merasakan kemudahan dalam mengalahkan musuh musuh yang levelnya lebih rendah. Semua musuh, rintangan, misi-misi tersebut adalah masalah. Yang mana dengan melewati masalah tersebut anda mendapatkan cukup banyak pengalaman dan menjadi orang yang lebih hebat (naik level). Kemudian anda akan menyadari bahwa anda sekarang bisa melakukan beberapa hal dengan lebih mudah. Itu jika anda mampu melewati masalah tersebut. Masalah menjadikan seseorang menjadi lebih hebat dari sebelum melewati masalah tersebut. Begitu juga dengan ujian. Ujian di sekolah merupakan sarana nyata untuk naik level bagi siswa. Setelah seorang siswa lulus dari ujian maka ia dinyatakan naik tingkat. Semakin banyak ujian yang ia tempuh maka levelnya akan semakin tinggi dan ia menjadi seseorang yang lebih baik. Coba tengok, bagaimana jika seorang doctor mengerjakan soal SMA. Jangankan mengerjakan, membuat saja ia mampu. Sedangkan dalam kehidupan nyata, yang ada bukan ujian tapi masalah. Jika anda menghadapi masalah, ingatlah bahwa setelah anda melewati masalah tersebut maka anda akan menjadi seseorang yang lebih baik. Apa masalah anda?
