Lebaran,
riayan, riadin, bodo, trus apa lagi? Ya mungkin Cuma itu. Sepenggal kata yang berarti merujuk pada suatu event
besar. Ku tak begitu tahu apa makna sebenarnya di balik hari besar umat Islam
ini. Yang kutahu ketika di hari itu ku bisa dapat pakaian baru walau gak Cuma
hari itu kupake pakaian baru, dapet uang saku walau gak semua mau ngasih
apalagi dah segede ini, bisa silaturrohim sama orang-orang yang gak jarang gak
tahu siapa aku. “oh Muwafiq to” tebaknya dengan sangat yakin“ senes, niku mas
kulo” jawabku santai tanpa ekspresi sedikitpun “Flattt!”. Bicara soal masku,
dia orang yang luar biasa, jarang yang lupa dengannya. Pulane, setiap ada yang
lupa siapa aku langsung saja kujawab “adine Muwafiq” pasti langsung
nyambung. Cukup soal masku, kembali ke
topik. Intinya akan kuceritakan bagaimana kumengisi lebaran tahun ini
Day one
Hari pertama tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya karena mak
Nyik(mbahku) sudah pindah ke rumahku. Otomatis bukan aku yang mendatangi mereka
tapi mereka yang mendatangiku karena yang paling tua sedang bersamaku saat ini.
Tapi tradisi memaksaku beranjak dari dalam rumah. Dulu mas yang memulai tradisi
silaturrohim ke tetangga dan guru-guru bersama misanan-misanan but cos mas dah
di Mesir aku yang ngelanjutin. Daku pun menyusul mereka, mulai dari Mas Faishol
karena dia sahabat dekatku sejak kecil umurnya lebih tua setahun dari aku
pulane gak pernah aku manggil mas, lalu Mas Nafi’, nie yang paling tua yang
udah ngempet nikah tapi alhamdulillah udah pernah gagal satu kali dan sayangnya
sudah dapet rencana ma orang sumatra sekarang, juga adeknya Mas Ulil n Madhon
yang menurutku keduanya sangat lugu. Perlu diketahui ketiga bersaudara ini
adalah Hafidz jadi walaupun gak tamat SMA jangan diremehkan. Kemudian Mas Mail,
nie teman sejawat Masku tapi nie orang agak sulit dihubungi jadi sulit untuk mengajaknya
mungkin itu karena ia punya latar pendidikan yang lumayan berbeda dari yang
lain biasanya Cuma masku yang bisa ngajak. Jadi lo dihitung satu, dua, tiga,
empat, lima ya lima orang ini yang bareng-bareng menyisir perumahan sekitar
guna silaturrohim.
Day two and three
Hari kedua masih bersama lima orang tadi tapi sasaran pada hari itu adalah
Guru-guru RA dan MI. Kebetulan kami dulu sekolah di sekolah yang sama. Seperti
yang saya katakan tadi, masku adalah orang yang mempelopori kegiatan
silaturrohim ini gak tau idenya dari mana jadi kami terus berusaha istiqomah
untuk melakukannya setiap tahun. Jarang lo yang ingat ma guru RA-nya jadi kami
anggap ini sebagai sebuah anugrah. Senang rasanya melihat guru-guru senang
melihat muridnya senang dan ingat silaturrohim dengan guru lamanya. “ki lo le
muride bukmu seng sek ileng karo gurune” seru ibu paruh baya tersebut pada
anaknya yang mencoba menelaah siapa orang-orang gondrong di depannya dengan
mulut yang gak bisa tertutup. Tapi ntah kenapa walau tiap tahun datang tapi
masih juga sering lupa nama-nama mereka. Alhamd bu ida, bu um, bu nur duo, bu
...., pak sapi’i, pak majadi, pak yunus semua masih sehat mungkin profesi
sebagai guru telah menjadikan mereka awet muda ha ha. Tapi hari itu yang paling
berkesan adalah ketika di rumah pak Umar. Ia selalu memberikan pencerahan pada
kami. Kemarin ia berpesan secara tersirat pada kami bahwa sekolah di sini dan
di luar sama saja yang penting bagaimana kita berjuang. Kalau masalah di sini
saja belum selesai ngapain mencari masalah di luar. Itu sangat mengena padaku
yang jujur waktu-waktu ini ku sangat galau pengen sekolah di luar. Kemudia juga
sindirannya soal maksiat yang sdlama ini belum bisa kuhilangkan dari kebiasaan,
hehe dia menyindirnya dengan ceritanya yang luar biasa padahal aku tak
bercerita sedikitpun hahaha alhamd.
Day four
Nah ni hari ku agak apes. Awalnya kumau ngajak Danis temen MTs untuk
Silaturrohim ke Guru-guru MTs. Tapi karena dia orangnya kreatif jadi ia punya
inisiatif ngajak teman lain Ferra namanya, cukup cantik sih sekarang kuliah di
UIN Jakarta tafsir hadits. Lalu Ferra ngajak Aulia yang kebetulan masih punya
hubungan keluarga ma aku, yang ini lebih cantik lagi sayangnya dia kuliah di
UNBRAW lo ga salah jadi ku gak bisa jamin. Terus keduanya ngajak Riski, yang
ini geulis banged hehe jadi naksir tapi kayanya dia gak tertarik sama aku pake
celana pula jadinya ya kucuekin aja. Nah di sinilah terbentuk muara karena
ternyata mereka semua itu satu sekolah yakni MAU sedangkan aku beda sendiri dan
di hari kami mau berkunjung ke Guru-guru ternyata pas bareng sama Kunjungan mereka
dan aku baru tahu saat semua dah ngumpul dan nyusul Riski wah kog jadi gini!!
Terpaksa aku ya ngikut saja. Yah ga papa pikirku walau aku gak kenal sama
sekali sama guru-guru mereka. Jadinya sampai sore kami muter-muter. Kenapa aku kok mau? Pikirku Cuma
satu waktu itu. Budal. Ku gak tahu kaya apa nanti tapi kuyakin ada manfaat tersendiri. Yah sukur berkat itu
aku jadi sedikit tahu jalanan di Jombang karena jujur ku bukan tipe yang suka
jalan-jalan. Selain itu ku juga baru tahu kalo guru-guru mereka rumahnya
jauh-jauh, muter setengah Jombang. Da yang Tunggorono, Megaluh, Denanyar semua
jauh.
Day five and six
Karena hari sebelumnya gagal hari ini baru mulai silaturrohim ke guru MTs.
Tapi hari ini beda karena gak ngajak temen-temen Cuma dua orang aku ro Danis
walaupun awalnya sempet khawatir jika mereka punya pikiran kalau kami kapok
ngajak mereka tapi sudahlah jangan terlalu dipikirkan mending dua orang cowo
semua yar gak ribet. Tujuan pertama bu Yana yang sukses dengan counternya. Dari
situ ku baru tahu kalau bu Yana aslinya dari Ponorogo Slahung tapi sejak kecil sudah pindah ke Jombang dan
menetap di sana sampai menikah. Next Pak khoiri dan istrinya bu rahayu tapi
kebetulan Pak Khoiri lagi ada pengajian jadi gak bisa ketemu. Jadi ingat dulu
pak khoiri adalah guru yang uakrab sama muridnya sampai-sampai di kelas masih
sempet pijet-pijetan. Dan guru-guru laenx. Capek kalau njelasin semuanya. Oh
ya lupa hari ini juga jadwal datangnya
poro sedulur Surabaya dan Malang. Para pebisnis itu mereka. Banyak yang sukses
dari bisnisnya. Terutama Cak udin dengan pabrik sandalnya dan cak Ta’in sang
raja pulsa Indonesia. Lebaran ini ku banyak belajar dari mereka tentang bisnis
walaupun mereka bukan sarjana tapi kuakui mereka hebat dalam bisnis. Memang
benar kata mereka bahwa dunia perkuliahan dengan dunia kerja merupakan dua hal
yang sangat berbeda.
Day seven
Ini hari ku mudik ke keluarga Ibu di Kediri, kota yang kuakui akan
kecantikan gadis-gadisnya hahay.
Ya demikianlah hari lebaranku. Biasa saja. Mungkin akan lebih menarik jika
aku pandai menuliskannya. Cukup bingung karena ku gak pernah nulis narasi
seperti ini yah kutulis seadanya sambil ketawa ngliatin OVJ hoho. See ya!
