Rabu, Agustus 29, 2012

Lebaranku 2012


                Lebaran, riayan, riadin, bodo, trus apa lagi? Ya mungkin Cuma itu. Sepenggal kata yang berarti merujuk pada suatu event besar. Ku tak begitu tahu apa makna sebenarnya di balik hari besar umat Islam ini. Yang kutahu ketika di hari itu ku bisa dapat pakaian baru walau gak Cuma hari itu kupake pakaian baru, dapet uang saku walau gak semua mau ngasih apalagi dah segede ini, bisa silaturrohim sama orang-orang yang gak jarang gak tahu siapa aku. “oh Muwafiq to” tebaknya dengan sangat yakin“ senes, niku mas kulo” jawabku santai tanpa ekspresi sedikitpun “Flattt!”. Bicara soal masku, dia orang yang luar biasa, jarang yang lupa dengannya. Pulane, setiap ada yang lupa siapa aku langsung saja kujawab “adine Muwafiq” pasti langsung nyambung.  Cukup soal masku, kembali ke topik. Intinya akan kuceritakan bagaimana kumengisi lebaran tahun ini
Day one
Hari pertama tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya karena mak Nyik(mbahku) sudah pindah ke rumahku. Otomatis bukan aku yang mendatangi mereka tapi mereka yang mendatangiku karena yang paling tua sedang bersamaku saat ini. Tapi tradisi memaksaku beranjak dari dalam rumah. Dulu mas yang memulai tradisi silaturrohim ke tetangga dan guru-guru bersama misanan-misanan but cos mas dah di Mesir aku yang ngelanjutin. Daku pun menyusul mereka, mulai dari Mas Faishol karena dia sahabat dekatku sejak kecil umurnya lebih tua setahun dari aku pulane gak pernah aku manggil mas, lalu Mas Nafi’, nie yang paling tua yang udah ngempet nikah tapi alhamdulillah udah pernah gagal satu kali dan sayangnya sudah dapet rencana ma orang sumatra sekarang, juga adeknya Mas Ulil n Madhon yang menurutku keduanya sangat lugu. Perlu diketahui ketiga bersaudara ini adalah Hafidz jadi walaupun gak tamat SMA jangan diremehkan. Kemudian Mas Mail, nie teman sejawat Masku tapi nie orang agak sulit dihubungi jadi sulit untuk mengajaknya mungkin itu karena ia punya latar pendidikan yang lumayan berbeda dari yang lain biasanya Cuma masku yang bisa ngajak. Jadi lo dihitung satu, dua, tiga, empat, lima ya lima orang ini yang bareng-bareng menyisir perumahan sekitar guna silaturrohim.
Day two and three
Hari kedua masih bersama lima orang tadi tapi sasaran pada hari itu adalah Guru-guru RA dan MI. Kebetulan kami dulu sekolah di sekolah yang sama. Seperti yang saya katakan tadi, masku adalah orang yang mempelopori kegiatan silaturrohim ini gak tau idenya dari mana jadi kami terus berusaha istiqomah untuk melakukannya setiap tahun. Jarang lo yang ingat ma guru RA-nya jadi kami anggap ini sebagai sebuah anugrah. Senang rasanya melihat guru-guru senang melihat muridnya senang dan ingat silaturrohim dengan guru lamanya. “ki lo le muride bukmu seng sek ileng karo gurune” seru ibu paruh baya tersebut pada anaknya yang mencoba menelaah siapa orang-orang gondrong di depannya dengan mulut yang gak bisa tertutup. Tapi ntah kenapa walau tiap tahun datang tapi masih juga sering lupa nama-nama mereka. Alhamd bu ida, bu um, bu nur duo, bu ...., pak sapi’i, pak majadi, pak yunus semua masih sehat mungkin profesi sebagai guru telah menjadikan mereka awet muda ha ha. Tapi hari itu yang paling berkesan adalah ketika di rumah pak Umar. Ia selalu memberikan pencerahan pada kami. Kemarin ia berpesan secara tersirat pada kami bahwa sekolah di sini dan di luar sama saja yang penting bagaimana kita berjuang. Kalau masalah di sini saja belum selesai ngapain mencari masalah di luar. Itu sangat mengena padaku yang jujur waktu-waktu ini ku sangat galau pengen sekolah di luar. Kemudia juga sindirannya soal maksiat yang sdlama ini belum bisa kuhilangkan dari kebiasaan, hehe dia menyindirnya dengan ceritanya yang luar biasa padahal aku tak bercerita sedikitpun hahaha alhamd.
Day four
Nah ni hari ku agak apes. Awalnya kumau ngajak Danis temen MTs untuk Silaturrohim ke Guru-guru MTs. Tapi karena dia orangnya kreatif jadi ia punya inisiatif ngajak teman lain Ferra namanya, cukup cantik sih sekarang kuliah di UIN Jakarta tafsir hadits. Lalu Ferra ngajak Aulia yang kebetulan masih punya hubungan keluarga ma aku, yang ini lebih cantik lagi sayangnya dia kuliah di UNBRAW lo ga salah jadi ku gak bisa jamin. Terus keduanya ngajak Riski, yang ini geulis banged hehe jadi naksir tapi kayanya dia gak tertarik sama aku pake celana pula jadinya ya kucuekin aja. Nah di sinilah terbentuk muara karena ternyata mereka semua itu satu sekolah yakni MAU sedangkan aku beda sendiri dan di hari kami mau berkunjung ke Guru-guru ternyata pas bareng sama Kunjungan mereka dan aku baru tahu saat semua dah ngumpul dan nyusul Riski wah kog jadi gini!! Terpaksa aku ya ngikut saja. Yah ga papa pikirku walau aku gak kenal sama sekali sama guru-guru mereka. Jadinya sampai sore kami  muter-muter. Kenapa aku kok mau? Pikirku Cuma satu waktu itu. Budal. Ku gak tahu kaya apa nanti tapi kuyakin  ada manfaat tersendiri. Yah sukur berkat itu aku jadi sedikit tahu jalanan di Jombang karena jujur ku bukan tipe yang suka jalan-jalan. Selain itu ku juga baru tahu kalo guru-guru mereka rumahnya jauh-jauh, muter setengah Jombang. Da yang Tunggorono, Megaluh, Denanyar semua jauh.
Day five and six
Karena hari sebelumnya gagal hari ini baru mulai silaturrohim ke guru MTs. Tapi hari ini beda karena gak ngajak temen-temen Cuma dua orang aku ro Danis walaupun awalnya sempet khawatir jika mereka punya pikiran kalau kami kapok ngajak mereka tapi sudahlah jangan terlalu dipikirkan mending dua orang cowo semua yar gak ribet. Tujuan pertama bu Yana yang sukses dengan counternya. Dari situ ku baru tahu kalau bu Yana aslinya dari Ponorogo Slahung  tapi sejak kecil sudah pindah ke Jombang dan menetap di sana sampai menikah. Next Pak khoiri dan istrinya bu rahayu tapi kebetulan Pak Khoiri lagi ada pengajian jadi gak bisa ketemu. Jadi ingat dulu pak khoiri adalah guru yang uakrab sama muridnya sampai-sampai di kelas masih sempet pijet-pijetan. Dan guru-guru laenx. Capek kalau njelasin semuanya. Oh ya  lupa hari ini juga jadwal datangnya poro sedulur Surabaya dan Malang. Para pebisnis itu mereka. Banyak yang sukses dari bisnisnya. Terutama Cak udin dengan pabrik sandalnya dan cak Ta’in sang raja pulsa Indonesia. Lebaran ini ku banyak belajar dari mereka tentang bisnis walaupun mereka bukan sarjana tapi kuakui mereka hebat dalam bisnis. Memang benar kata mereka bahwa dunia perkuliahan dengan dunia kerja merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Day seven
Ini hari ku mudik ke keluarga Ibu di Kediri, kota yang kuakui akan kecantikan gadis-gadisnya hahay.
Ya demikianlah hari lebaranku. Biasa saja. Mungkin akan lebih menarik jika aku pandai menuliskannya. Cukup bingung karena ku gak pernah nulis narasi seperti ini yah kutulis seadanya sambil ketawa ngliatin OVJ hoho. See ya!