Minggu, Maret 23, 2014

Pernyataan Egois

Saya dan mungkin kalian juga sering mendengarkan perkataan seseorang. Kita berkata setiap hari saling mengirim dan menerima informasi lewat media bahasa yang tiap dari kita punya. Dan tidak jarang pula kita si pendengar terintimidasi oleh pernyataan yang dilontarkan. Namun terintimidasi oleh kata-kata bukanlah hal yang cocok dialami oleh para terdidik ^_^

"Ya biasanya 20jt perbulan" semisal ada wirausahawan kenalan anda dan berkata seperti itu. Itu bohong! itu bohong, bohong itu. Jangan percaya deh. Dan jangan terintimidasi! Dulu saya juga sering termakan perkataan seperti itu dan akibatnya saya sering minder dan tidak percaya diri karena merasa selalu lebih rendah dari orang lain. Namun ketika pengetahuan saya semakin bertambah Saya baru menyadari bahwa orang yang termakan perkataan adalah orang bodoh (Berarti Saya dulu masih bodoh -__-, namun sekarang dah pinter XD).

Saya mengatakan itu bohong bukan berarti sepenuhnya bohong hanya kemungkinan besar bohong. Karena Perkataan terlalu mudah untuk dimodifikasi agar menyampaikan apa yang melebihi kebenaran untuk memenuhi subjektifitas. Tiap manusia mempunyai egoisme yang mengarah untuk selalu ingin dianggap hebat. Maslow menyebut ini sebagai kebutuhan akan harga diri. Dan sekali lagi tiap orang memilikinya. Jika tiap dari kita bisa berkata dan juga punya egoisme lalu apa mungkin kata-kata kita bisa mengatakan apa adanya tanpa dipengaruhi oleh egoisme. Mungkin tapi kecil, dan tidak semua bisa melakukannya. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa 20jt itu adalah perkataan yang
sudah terpengaruhi oleh egoisme. Mari kita sebut ini sebagai pernyataan mentah (pernyataan mentah = 20jt).

Jika 20jt itu mentahnya lalu berapakah yang sebenarnya? Jika nilai sebenarnya adalah X Dan nilai mentah adalah Y, maka X + egoisme =Y maka X = Y - Egoisme (keren kan XD) Jadi nilai sebenarnya adalah jika kita mengurangi nilai mentah tadi dengan seberapa besar keegoisannya. Semakin besar keegoisannya dalam artian dia ini benar-benar pengen dianggap hebat maka semakin besar pula yang akan ia katakan pada anda. Tingkat keegoisan tersebut bisa anda lihat dari kebiasaaan orang tersebut. Apakah ia ini memang sering berbohong? Apakah orang ini sering membual? Anda bisa mencari informasi ini dengan melihat gelagatnya (jika anda pandai membaca bahasa tubuh) atau dengan menanyai orang-orang di sekitarnya. Contoh anda menanyai lebih dari 10 orang dan mereka semua mengatakan bahwa orang itu sering berbohong dan tidak dapat dipercaya makan besar kemungkinan bahwa apa yang ia katakan cuma bohong belaka alias 20jt itu hanya khayalan atau bahkan sebenarnya orang ini tidak pernah punya usaha apa-apa.

Ada pengalaman saya: Waktu itu ada seorang teman yang punya HP baru. Berhubung Saya sering tertarik dengan dunia teknologi maka Saya berbincang sedikit dengannya. Saya terkejut ketika ia mengatakan bahwa kemarin ia mendapat HP tersebut dari seorang teman seharga 800rb padahal harga pasaran setahu Saya masih 1300 (Intimidasi). Saya tidak percaya, itu kesimpulan awalnya dari beberapa dasar: pertama, Saya sudah lama bergelut di bidang HP namun belum pernah dapat barang semurah itu, kedua, Saya melihat orang ini sebagai orang yang punya egoisme tinggi terlihat dari cara ia berpakaian yang selalu kelihatan wah, dari pembicaraannya yang selalu menyinggung barang-barang mewah motor, hp dsb. dan juga dari rokok yang ia bawa, serta saya juga sering melihat update status nya yang bisa dibilang terlalu mencolok seakan-akan ingin dianggap wah. Jadi 800rb bisa disimpulkan bohong ;P Ternyata benar, sewaktu saya lihat lagi Hp tersebut lalu saya tinjau bagian Gallery di situ ada foto yang agak aneh; foto etalase dan beberapa dosbuk HP. Nah ketahuan deh -_- ini kan foto etalase konter, ngapain ada foto seperti ini jika HP ini tidak berasal dari konter. Dan konter tidak mungkin memberi harga segitu XD. Kena deh bo'ongnya.

Saya tidak habis pikir mengapa harus berbohong hanya untuk dianggap wah. Yah namanya anak muda -________-. Saya menyampaikan ini bukan untuk menganjurkan agar anda untuk menangkap sisi buruk dari orang lain namun memnag untuk berpikir bijak dan menilai dengan benar kita perlu menakar segala aspek baik yang baik maupun yang buruk. Terlebih lagi saya menekankan agar anda tidak mudah terintimidasi oleh kata-kata apalagi di jaman sekarang. Terintimidasi memberi akibat buruk pada pemikiran anda, anda akan kehilangan kepercayaan diri karena merasa selalu di bawah orang lain. Sedangkan percaya diri adalah modal dari segalanya. Jangan terintimidasi hanya karena anda berhadapan dengan mahasiswa luar negeri, jangan minder hanya karena anda tidak berpenghasilan lebih besar, jangan merendah hanya karena anda cuma pegawai dan ia bos. Semua belum tentu. Jika anda tahu dan banyak tahu anda akan mengerti bahwa pahala tukang Adzan itu lebih besar daripada Imam. Maka tidak ada alasan bagi tukang adzan untuk minder di hadapan Imam. Mengapa? jika anda tidak tahu maka iniliah alasan mengapa kita harus terus dan terus belajar. Belajar, belajar, belajar!