Saya dan mungkin kalian juga sering mendengarkan perkataan seseorang.
Kita berkata setiap hari saling mengirim dan menerima informasi lewat
media bahasa yang tiap dari kita punya. Dan tidak jarang pula kita si
pendengar terintimidasi oleh pernyataan yang dilontarkan. Namun
terintimidasi oleh kata-kata bukanlah hal yang cocok dialami oleh para
terdidik ^_^
"Ya biasanya 20jt perbulan" semisal
ada wirausahawan kenalan anda dan berkata seperti itu. Itu bohong! itu
bohong, bohong itu. Jangan percaya deh. Dan jangan terintimidasi! Dulu
saya juga sering termakan perkataan seperti itu dan akibatnya saya
sering minder dan tidak percaya diri karena merasa selalu lebih rendah
dari orang lain. Namun ketika pengetahuan saya semakin bertambah Saya
baru menyadari bahwa orang yang termakan perkataan adalah orang bodoh
(Berarti Saya dulu masih bodoh -__-, namun sekarang dah pinter XD).
Saya
mengatakan itu bohong bukan berarti sepenuhnya bohong hanya kemungkinan
besar bohong. Karena Perkataan terlalu mudah untuk dimodifikasi agar
menyampaikan apa yang melebihi kebenaran untuk memenuhi subjektifitas.
Tiap manusia mempunyai egoisme yang mengarah untuk selalu ingin dianggap
hebat. Maslow menyebut ini sebagai kebutuhan akan harga diri. Dan
sekali lagi tiap orang memilikinya. Jika tiap dari kita bisa berkata dan
juga punya egoisme lalu apa mungkin kata-kata kita bisa mengatakan apa
adanya tanpa dipengaruhi oleh egoisme. Mungkin tapi kecil, dan tidak
semua bisa melakukannya. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa 20jt itu
adalah perkataan yang
sudah terpengaruhi oleh egoisme. Mari kita sebut ini sebagai pernyataan mentah (pernyataan mentah = 20jt).
Jika
20jt itu mentahnya lalu berapakah yang sebenarnya? Jika nilai
sebenarnya adalah X Dan nilai mentah adalah Y, maka X + egoisme =Y maka X
= Y - Egoisme (keren kan XD) Jadi nilai sebenarnya adalah jika kita
mengurangi nilai mentah tadi dengan seberapa besar keegoisannya. Semakin
besar keegoisannya dalam artian dia ini benar-benar pengen dianggap
hebat maka semakin besar pula yang akan ia katakan pada anda. Tingkat
keegoisan tersebut bisa anda lihat dari kebiasaaan orang tersebut.
Apakah ia ini memang sering berbohong? Apakah orang ini sering membual?
Anda bisa mencari informasi ini dengan melihat gelagatnya (jika anda
pandai membaca bahasa tubuh) atau dengan menanyai orang-orang di
sekitarnya. Contoh anda menanyai lebih dari 10 orang dan mereka semua
mengatakan bahwa orang itu sering berbohong dan tidak dapat dipercaya
makan besar kemungkinan bahwa apa yang ia katakan cuma bohong belaka
alias 20jt itu hanya khayalan atau bahkan sebenarnya orang ini tidak
pernah punya usaha apa-apa.
Ada pengalaman saya: Waktu
itu ada seorang teman yang punya HP baru. Berhubung Saya sering
tertarik dengan dunia teknologi maka Saya berbincang sedikit dengannya.
Saya terkejut ketika ia mengatakan bahwa kemarin ia mendapat HP tersebut
dari seorang teman seharga 800rb padahal harga pasaran setahu Saya
masih 1300 (Intimidasi). Saya tidak percaya, itu kesimpulan awalnya dari
beberapa dasar: pertama, Saya sudah lama bergelut di bidang HP namun
belum pernah dapat barang semurah itu, kedua, Saya melihat orang ini
sebagai orang yang punya egoisme tinggi terlihat dari cara ia berpakaian
yang selalu kelihatan wah, dari pembicaraannya yang selalu menyinggung
barang-barang mewah motor, hp dsb. dan juga dari rokok yang ia bawa,
serta saya juga sering melihat update status nya yang bisa dibilang
terlalu mencolok seakan-akan ingin dianggap wah. Jadi 800rb bisa
disimpulkan bohong ;P Ternyata benar, sewaktu saya lihat lagi Hp
tersebut lalu saya tinjau bagian Gallery di situ ada foto yang agak
aneh; foto etalase dan beberapa dosbuk HP. Nah ketahuan deh -_- ini kan
foto etalase konter, ngapain ada foto seperti ini jika HP ini tidak
berasal dari konter. Dan konter tidak mungkin memberi harga segitu XD.
Kena deh bo'ongnya.
Saya tidak habis pikir mengapa harus berbohong hanya untuk dianggap wah.
Yah namanya anak muda -________-. Saya menyampaikan ini bukan untuk
menganjurkan agar anda untuk menangkap sisi buruk dari orang lain namun
memnag untuk berpikir bijak dan menilai dengan benar kita perlu menakar
segala aspek baik yang baik maupun yang buruk. Terlebih lagi saya
menekankan agar anda tidak mudah terintimidasi oleh kata-kata apalagi di
jaman sekarang. Terintimidasi memberi akibat buruk pada pemikiran anda,
anda akan kehilangan kepercayaan diri karena merasa selalu di bawah
orang lain. Sedangkan percaya diri adalah modal dari segalanya. Jangan
terintimidasi hanya karena anda berhadapan dengan mahasiswa luar negeri,
jangan minder hanya karena anda tidak berpenghasilan lebih besar,
jangan merendah hanya karena anda cuma pegawai dan ia bos. Semua belum
tentu. Jika anda tahu dan banyak tahu anda akan mengerti bahwa pahala
tukang Adzan itu lebih besar daripada Imam. Maka tidak ada alasan bagi
tukang adzan untuk minder di hadapan Imam. Mengapa? jika anda tidak tahu
maka iniliah alasan mengapa kita harus terus dan terus belajar.
Belajar, belajar, belajar!