Sabtu, Januari 11, 2014

Dapat apa dari kuliah?

       
        Suatu hari, ketika saya berada di kedai kopi (singkatnya: warung), ada seorang adik kelas saya dari  masa Aliyah dulu. Saya heran dan kaget  sewaktu melihatnya membawa laptop dan nampak enjoy dalam mengoperasikannya. Padahal dulu saya masih ingat betul kalau ini anak Gaptek banget, jangankan mengoperasikan, ketika hendak menyalakan atau mematikan saja ia selalu bertanya pada temannya. Jika diajak bicara persoalan teknologi ia selalu diam dan berkata; “Aku ni gak tahu apa-apa mas soal gituan, jadi jangan Tanya deh. Malah tambah bingung nanti” sambil tersenyum kecil, merendah. Tak lama berselang datang seorang teman. Sembari mengeluarkan laptop ia mulai mengajak berbicara. Saya pun masih mengamati pembicaraan dua arah yang berlangsung tersebut dan saya yakin pembicaraan mereka berdua pasti tidak lepas dari apa yang mereka bawa, laptop.

        Berkumpul bersama teman sebaya mengerjakan dan membahas sesuatu bersama adalah hal terpenting yang terkandung dalam unsur perkuliahan. Karena dengan itu kita dapat selalu saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Seorang yang tidak tahu A namun ketika berkumpul bersama mereka yang tahu mengenai A berubah menjadi tahu A. Ini adalah proses pembelajaran kita di luar kelas. Kita, dalam arti mahasiswa kuliah yang, walaupun ada dari kita yang merasa tidak mendapat apa-apa dari apa yang kita pelajari sehari-hari di kelas. Sebenarnya tanpa kita sadari kita telah mendapatkan banyak hal dari luar kelas. Mungkin cerita tadi hanya sebatas pengoperasian laptop dan mungkin juga pembicaraan tersebut membahas masalah yang kurang krusial seperti main game, film baru, lagu terupdate, tapi justru itulah intinya. Walaupun sepele namun perihal sepele tersebut berhasil membawa kita ke arah yang lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu dan saling berbagi ilmu pengetahuan. Sekarang coba pikir, institusi mana yang tidak mengharuskan kemahiran dalam operasi komputer? Virtually no one! Hampir tidak ada! Semua lapangan pekerjaan di era ini mengharuskan kita mahir dalam menggunakan komputer. Kalaupun ada yang tidak mengharuskan setidaknya orang yang menguasai komputer lebih unggul daripada mereka yang tidak. Belum lagi adanya organisasi dan forum-forum di dunia perkuliahan. Tentu dengannya, jika kita mau mengikuti dan mengambil manfaat darinya, kita punya kesempatan untuk mendapat pengalaman lebih dan lebih. Di sebuah kedai kopi saja kita bisa mendapat ilmu yang sangat bermanfaat apalagi di UKM STAIN, di forum-forum diskusi, tentu lebih lagi apa-apa yang bisa diperoleh.

      Kita kelak tidak mungkin menjadi orang yang sama. Tidaklah logis jika semua wisudawan jurusan tarbiyah nanti kesemuanya menjadi seorang yang berprofesi sebagai pendidik. Karena pada dasarnya mereka semua memang berbeda. Untuk itu kita perlu memburu kompetensi-kompetensi lain yang dapat menunjang karir kita nanti. Kondisi ini, di mana pemuda sebaya dapat berkumpul dan sharing bersama, hanya terdapat di dunia perkuliahan. Sewaktu kita terjun kembali ke masyarakat kelak belum tentu bisa mendapat kesempatan yang sama. Jangan siakan kesempatan ini. Walaupun tidak mahir dalam mengambil pelajaran di kelas tapi setidaknya kita harus mampu mengambil pelajaran lain di luar kelas. Belajar, belajar, belajar!

____L3
Categories: