Suatu hari, ketika saya berada di kedai kopi (singkatnya: warung),
ada seorang adik kelas saya dari masa Aliyah dulu. Saya heran dan kaget
sewaktu melihatnya membawa laptop dan nampak enjoy dalam
mengoperasikannya. Padahal dulu saya masih ingat betul kalau ini anak
Gaptek banget, jangankan mengoperasikan, ketika hendak menyalakan atau
mematikan saja ia selalu bertanya pada temannya. Jika diajak bicara
persoalan teknologi ia selalu diam dan berkata; “Aku ni gak tahu apa-apa
mas soal gituan, jadi jangan Tanya deh. Malah tambah bingung nanti”
sambil tersenyum kecil, merendah. Tak lama berselang datang seorang
teman. Sembari mengeluarkan laptop ia mulai mengajak berbicara. Saya pun
masih mengamati pembicaraan dua arah yang berlangsung tersebut dan saya
yakin pembicaraan mereka berdua pasti tidak lepas dari apa yang mereka
bawa, laptop.
Berkumpul bersama teman sebaya mengerjakan
dan membahas sesuatu bersama adalah hal terpenting yang terkandung dalam
unsur perkuliahan. Karena dengan itu kita dapat selalu saling berbagi
pengalaman dan pengetahuan. Seorang yang tidak tahu A namun ketika
berkumpul bersama mereka yang tahu mengenai A berubah menjadi tahu A.
Ini adalah proses pembelajaran kita di luar kelas. Kita, dalam arti
mahasiswa kuliah yang, walaupun ada dari kita yang merasa tidak mendapat
apa-apa dari apa yang kita pelajari sehari-hari di kelas. Sebenarnya
tanpa kita sadari kita telah mendapatkan banyak hal dari luar kelas.
Mungkin cerita tadi hanya sebatas pengoperasian laptop dan mungkin juga
pembicaraan tersebut membahas masalah yang kurang krusial seperti main
game, film baru, lagu terupdate, tapi justru itulah intinya. Walaupun
sepele namun perihal sepele tersebut berhasil membawa kita ke arah yang
lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu dan saling berbagi ilmu
pengetahuan. Sekarang coba pikir, institusi mana yang tidak mengharuskan
kemahiran dalam operasi komputer? Virtually no one! Hampir tidak ada!
Semua lapangan pekerjaan di era ini mengharuskan kita mahir dalam
menggunakan komputer. Kalaupun ada yang tidak mengharuskan setidaknya
orang yang menguasai komputer lebih unggul daripada mereka yang tidak.
Belum lagi adanya organisasi dan forum-forum di dunia perkuliahan. Tentu
dengannya, jika kita mau mengikuti dan mengambil manfaat darinya, kita
punya kesempatan untuk mendapat pengalaman lebih dan lebih. Di sebuah
kedai kopi saja kita bisa mendapat ilmu yang sangat bermanfaat apalagi
di UKM STAIN, di forum-forum diskusi, tentu lebih lagi apa-apa yang bisa
diperoleh.
Kita kelak tidak mungkin menjadi orang yang
sama. Tidaklah logis jika semua wisudawan jurusan tarbiyah nanti
kesemuanya menjadi seorang yang berprofesi sebagai pendidik. Karena pada
dasarnya mereka semua memang berbeda. Untuk itu kita perlu memburu
kompetensi-kompetensi lain yang dapat menunjang karir kita nanti.
Kondisi ini, di mana pemuda sebaya dapat berkumpul dan sharing bersama,
hanya terdapat di dunia perkuliahan. Sewaktu kita terjun kembali ke
masyarakat kelak belum tentu bisa mendapat kesempatan yang sama. Jangan
siakan kesempatan ini. Walaupun tidak mahir dalam mengambil pelajaran di
kelas tapi setidaknya kita harus mampu mengambil pelajaran lain di luar
kelas. Belajar, belajar, belajar!
____L3
