Minggu, Januari 12, 2014

Lakukan yang terbaik Sobat!


     Hari ini teman saya bertanya perihal mengenai skripsi dan berhubung objek kajian kami tidak terlalu berbeda ia mengajak saya tuk bekerja sama dengan berbagi referensi. Lalu saya jawab dengan mudah: "Ya pikir-pikir lah, referensiku kan dah banyak ngapain bagi-bagi referensi? ha ha" tawaku lepas pertanda ku enggan. Namun sebenarnya ini bukan perihal mau atau tidak mau. Bukan bermaksud pelit bukan bermaksud sombong namun jika ditelaah lagi jika memang kami benar-benar saling membantu, ia membantu saya dan saya membantunya, apa yang kami peroleh? Itu yang saya maksud. 
 

       Berpikir panjang sebelum mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan pengetahuan yang dipunya guna mendapat keputusan yang lebih baik tentulah penting. Hasil jangka pendek dan jangka panjang perlu diperhatikan.Jika saya memberitahu bahwa saya setuju untuk berbagi referensi tentu dia, saya tidak terkecuali, akan merasa lebih tenang dalam artian mengandalkan pada orang lain daripada dirinya sendiri. Alhasil ia tidak menjadi serius dalam mencari referensi dan tidak serius dalam mengerjakan skripsinya. Ini hanya perbedaan antara kata-kata dan tindakan. Sudah pasti nanti saya akan membagi referensi denganya, tiada yang sulit dari hal itu lagian saya mendapat tambahan referensi darinya pula. Tapi kata-kata ibarat pedang. Dengan menolak secara kata-kata, bukan secara tindakan, kami berdua bisa mendapat hasil yang lebih baik, kami berdua lebih serius dalam mengerjakan skripsi karena tidak mengandalkan satu sama lain pula kami nantinya akan mendapat referensi lebih dengan berbagi referensi. Lalu bagaimana jika dia nantinya berpikir negatif terhadap saya? (Karena menolak tadi). Ya tidak masalah. Sekarang pilih hasil yang baik atau cuma dianggap sebagai orang baik? Kalau saya lebih pilih hasil yang lebih baik masa bodoh dengan persepsi orang terhadap saya. 


       Saya menyebut ini sebagai makna sebenarnya dari shodaqoh sirri. Shodaqoh sirri tidak hanya berupa menginfakkan harta secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain. Namun usaha kita dalam membantu orang lain tanpa membuat mereka menyadari bahwa kita telah membantu mereka juga merupakan shodaqoh sirri. Mereka menganggap pelit, sombong, mereka mengejek dan menggosipkan kita namun sebenarnya kitalah yang selama ini menolong mereka. Keren kan? Sangat keren memang! Ada cerita seorang teman dari teman yang punya adik sepupu yang ingin masuk pondok yang sama dengan dirinya. Namun ketika adiknya baru masuk pondok beberapa bulan ia keluar dari pondok tersebut. Sejak itu ia sangat jarang bertemu ataupun menjenguk adiknya di pondok. Orang tua adiknya tersebut , paman dan bibi si pemuda, lantas mulai menggerutu ketika tahu dia yang tidak mau memperhatikan anak mereka yang susah payah di pesantren. Pemuda tersebut sebenarnya bukannya tidak mau memperhatikan adiknya tapi ia mengerti bahwa ia harus melakukan hal tersebut. Adiknya harus bisa mandiri di pondok tanpa mengandalkan siapapun. Karena justru dari rasa takut karena menyadari bahwa dirinya itu sendirian dan tidak ada yang membantu, ia bisa merasakan susah senangnya di pesantren. Bagaimana rasanya kehabisan uang, bagaimana rasanya lapar, bagaimana rasanya belajar sendirian dan juga bagaimana ketika semua kesusahan itu terasa menyenangkan jika dilalui bersama-sama dengan teman-temannya di sampingnya. Dengan begitu si pemuda berharap bahwa adiknya bisa merasakan apa yang ia rasakan dulu, merasakan inti dari mondok di pesantren dan merasakan dengan betul bahwa mondok merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Tidak masalah orang lain berkata apa yang pemuda itu ingin hanyalah senyum dari adiknya nanti ketika keluar dari pesantren.


        Tidak perlu mempermasalahkan persepsi orang lain terhadap kita. You cannot please everyone, begitu kata mereka yang berpengalaman. Selama kita tahu itu yang terbaik maka lakukanlah. Biar orang berkata apa yang terpenting ada Satu yang selalu mengetahui apa-apa yang kita lakukan dan balasan dariNya adalah yang terbaik dari yang terbaik, yang paling diharapkan dari yang diharapkan. Belajar, belajar dan belajar!
Categories: