Melihat jalanan baik di kota maupun desa terasa sangat miris karena saking tidak karuannya. Belum pernah saya merasakan kenyamanan di jalan raya. Mobil atau kendaraan roda empat yang semacamnya cenderung lebih tertib di jalanan. Mungkin karena bentuk desainnya yang memang tidak luwes untuk digunakan. Namun motor itu ramping dan lincah jadi sangat mudah untuk digunakan di jalan raya. Jangankan jalan raya jalan sawah pun masih bisa digasak. Tanpa kita sadari dengan menggunakan motor di jalan telah mendiidik penggunanya untuk bertindak egois. Dengan kemampuannya yang lincah bukan hal yang sulit untuk menyelip (bingung apa bahasa indo dari nyalip) kendaraan lain. Lalu motor lain juga melakukan hal yang sama karena tidak terima ia dilewati. Semua saling menyelip. Ini seperti persaingan kecil di jalanan.persaingan itu tak lebih dari tindakan mengutamakan diri sendiri dari pada yang lain. Motor yang kita kendarai tanpa disadari telah mendidik moral kita untuk tidak bisa menghargai orang lain.
Walaupun saya tidak begitu paham dengan BBM tapi yang namanya BBM itu kan sumber alam yang tidak dapt diperbarui jadi pasti akan tiba saatnya nanti barang ini akan menjadi mahal dan suatu bangsa tidak seharusnya terlalu bergantung pada hal seperti ini. Apalagi kita bukanlah salah satu negara penghasil minyak.Ini namanya pemborosan. Pendapatan masyarakat kita belum cukup memadai kalau hanya untuk memberi minum kendaraannya. Alangkah bijaksana jika uang untuk BBM ini digunakan untuk kepentingan lain. Bukan hanya sekedar untuk kasih minum motor.
Anak muda juga merupakan korban terburuk dari adanya motor. Adanya motor sangat menunjuakkan kalau bangsa ini benar-benar tidak begitu memperhatikan kaum remaja. Coba lihat ke mana para remaja biasa pergi dengan motornya; kampus, sekolah, bengkel, warung, rumah teman, rumah pacar, taman wisata, pantai, gunung, tempat belanja dan lain-lain. Lalu mana dari semua itu yang menurut anda dapat dipandang bermanfaat? Cuma kampus dan sekolah. Motor hanya memberi kesempatan kaum remaja untuk menghabiskan waktunya demi hal yang tidak berguna. Bayangkan jika tidak ada motor, pasti akan lebih mudah bagi para orang tua untuk memantau anak-anaknya karena perginya pasti tidak begitu jauh. Selain itu waktu mereka bisa digunakan untuk hal lain yang lebih berguna daripada sekedar dolan atau jalan-jalan; membantu orang tua, belajar, serawung dengan tetangga dan kerabat sanak saudara. Tidak jarang saya melihat anak dari beberapa keluarga yang jarang di rumah dan jarang berkumpul dengan keluarga. Sewaktu ada kerabat yang datang anaknya malah sedang sibuk bersama teman-temannya entah di mana. Anak muda seharusnya lebih sering meluangkan waktunya di rumah sendiri agar pendidikan keluarga dapat berjalan. Kalau anaknya sendiri saja jarang di rumah, bagaimana orangtuanya bisa mendidik dan memberi petuah pada anaknya. Lihat saja sekarang berapa anak muda yang tidak tahu nama pamannya, kakeknya, bibinya. Itu karena memang sangat jarang bergaul dengan keluarga sendiri. Lebih sering bersama teman dari pada keluarga. Motor merupakan salah satu yang mendukung adanya kekeliruan perilaku ini.
Beberapa orang sering menyalahkan mengapa proses pembuatan SIM C sangatlah sulit. Itu memang untuk meniminimalisir adanya pengguna kendaraan roda dua yang di samping mengotori jalan juga mendidik hal buruk pada para penggunanya. Tapi sekali lagi orang kita sendiri kurang begitu menyadari hal ini dan malah memanfaatkannya sebagai sarana mencari penghasilan. Pembuatan SIM ilegal. Kebijakan pemerintah sebenarnya sudah benar hanya saja kita banyak yang kurang pandai dalam memahami dan menyikapinya.
Saya membayangkan adanya kebijakan yang melarang adanya penggunaan motor, pasti jalanan akan lebih tertib dan anak muda bisa lebih mendapat perhatian. Anak muda tidak lagi menghabiskan waktunya untuk dolan dan tidak lagi menghabiskan uangnya untuk memodifikasi motor. Namun kebijakan ini tentunya harus disertai adanya tindakan pendukung seperti penyediaan transportasi umum yang lebih baik yang mampu mencukupi kebutuhan transportasi masyarakat. Yah ini hanya sekedar gamabaran kecil demi masa depan bangsa yang lebih baik.