TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA LISAN BAGI MAHASISWA
A. PENDAHULUAN
Bahasa sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi setiap orang. Karena bahasa merupakan suatu media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama. Namun tidak sedikit juga yang masih belum mengerti tentang pentingnya berbahasa dengan menggunakan kaidah yang baik dan benar. Mereka berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama dalam berbahasa sehingga mengakibatkan kesalahpahaman pada pihak kedua. Jelas, ini membuktikan akan kurangnya kemampuan mereka.
Pada zaman sekarang, setiap orang sudah dibekali dengan pendidikan bahasa karena memang nilai pentingnya bahasa. Baik itu di kota maupun pedesaan, setiap orang yang pernah duduk di bangku sekolah pasti mengalaminya, tidak terkecuali mahasiswa yang telah menempuh bangku sekolah. Mahasiswa merupakan tingkatan pelajar berlevel tinggi, sebagai seorang mahasiswa mereka tidak hanya dituntut untuk mengerti tapi juga dituntut untuk berbahasa yang berkaidah, baik dan benar, baik itu tulis maupun lisan.
Tidak bisa ditentang lagi bahwa penggunaan bahasa Indonesia lisan yang baik dan benar sangatlah berhubungan erat dengan kesesuaian dengan kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD). Karena bahasa tanpa mengacu pada kaidah tentu akan menyebabkan kerancuan atau bahkan banyak kesalahan pada penuturan dan pemahaman. Hal tersebut juga mempengaruhi akan kebenaran apa yang disampaikan oleh si penutur. Di dalam bahasa lisan tentunya sangat terlihat apakah seseorang tersebut menggunakan kaidah atau tidak.
Hidup bermasyarakat atau berhubungan sosial tidaklah lepas dari penggunaan bahasa Indonesia lisan. Ketika di rumah, di desa, di perkuliahan dan lain sebagainya, semuanya tidak pernah lekang dari penggunaan bahasa. Sungguh besar kegunaan bahasa sehingga turut berpengaruh pada komunikasi yang mana juga turut berpengaruh pada kemampuan dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Seorang yang cakap dalam berbahasa Indonesia lisan tentulah cakap pula dalam melakukan interaksi dengan orang lain maupun masyarakat.
Sayangnya, pada kenyataan yang ada sekarang ini, masih terlihat tidak sedikit mahasiswa yang masih belum mampu untuk berbahasa yang baik dan benar, khususnya pada bahasa lisan mereka yang sering digunakan. Memang praktek penggunaan bahasa yang tidak baku sudah tidak bisa dibendung lagi. Mulai dari media yang menjadi tonggak pengarah masyarakat, apa yang tertera dalam media itulah yang menjadi acuan masyarakat. Terutama masalah kebahasaan yang digunakan, yang mana biasa menggunakan bahasa asing ataupun bahasa gaul untuk menarik perhatian masyarakat. Tapi sebagai pelajar yang berlevel tinggi mahasiswa dituntut untuk memiliki intelektual tinggi tidak hanya dalam bidangnya namun juga di bidang bahasa Indonesia, tidak hanya terpengaruh pada media masa. Mereka diharapkan mampu untuk berkomunikasi dengan baik di bidang formal maupun informal.
Oleh karena itu, meilahat dari semua permasalahan tersebut kami mencoba untuk membahas tentang pengaruh pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan bahasa Indonesia lisan mahasiswa. Adapun judul yang kami ambil adalah Pengaruh Pembelajaran Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Bahasa Indonesia Lisan Bagi Mahasiswa.
Melihat beberapa kenyataan yang ada penulis mencoba merumuskan beberapa rumusan masalah guna membahas mengenai pengaruh yang terjadi. Namun sebelum menginjak pada masalah tersebut, perlu diketahui bagaimanakah penggunaan bahasa Indonesia lisan di kalangan mahasiswa? serta bagaimanakah pembelajaran bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa?, baru setelah itu, dibahas tentang bagaimanakah pengaruh pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan berbahasa Indonesia lisan bagi mahasiswa?
Adapun setelah merumuskan rumusan masalah tersebut, kami mencoba untuk merumuskan juga tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam pembahasan ini guna memfokuskan pembahasan kami ke depan. Di antaranya yaitu, untuk mengetahui dan memaparkan secara jelas akan penggunaan bahasa Indonesia lisan di kalangan mahasiswa, untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran bahasa Indonesia yang diterapkan di kalangan mahasiswa serta untuk menjelaskan tentang pengaruh pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan berbahasa indonesia lisan bagi mahasiswa.
B. PEMBAHASAN
1. Penggunaan bahasa Indonesia lisan di kalangan mahasiswa
Bahasa merupakan suatu pengantar manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sejak lahir hingga dewasa manusia sudah dikenalkan dengan yang namanya bahasa. Tentu saja seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa semakin meningkat, tidak terkecuali mahasiswa.
Mahasiswa yang dituntut untuk mampu berbahasa dengan baik dan benar, baik lisan maupun tulis, baik dalam keadaan formal maupun informal, penggunaan bahasa lisan mereka mencakup keseharian yang bersifat informal dan juga perkuliahan yang sejumlah besar bersifat formal. Formal seperti ketika dalam acara diskusi, presentasi dan lain sebagainya.
Dalam keseharian, mahasiswa mengaku belum mampu berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia secara penuh atau bahkan tidak sama sekali. Jarang sekali kita mendapati seorang mahasiswa yang berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Mereka cenderung menggunakan bahasa yang banyak digunakan oleh lingkungan tempat hidup mereka. Seperti mahasiswa yang tinggal di kota yang biasa menggunakan bahasa Indonesia gaul atau prokem, serta mahasiswa di lingkungan kedaerahan yang biasa menggunakan bahasa daerah mereka. Hal ini sesuai dengan ungkapan Leonard Bloomfield (1995: 44) bahwasanya perbedaan-perbedaan bahasa yang digunakan oleh seseorang disebabkan oleh perbedaan dalam kepadatan komunikasi [1]. Jadi bahasa yang mereka gunakan sesuai dengan bahasa yang sering mereka gunakan dalam komunikasi sehari-hari. Namun selain itu, bisa juga didapati mahasiswa yang menggunakan bahasa Indonesia di luar perkuliahan, seperti ketika bertemu dengan orang yang memiliki derajat lebih tinggi ataupun orang yang lebih tua.
Di lingkungan perkuliahan yang bersifat formal, mahasiswa lebih memilih untuk berbicara menggunakan bahasa Indonesia karena mereka dituntut untuk hal itu. Seperti ketika dalam acara diskusi kelompok, presentasi, forum seminar dan kegiatan lain yang mengharuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini terlihat jelas terutama pada mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi, bahkan mereka juga sering menggunakan kata-kata ilmiah dalam penggunaannya untuk alasan tertentu. Namun ketika di luar area pembelajaran atau kegiatan formal, mereka masih juga tidak menggunakan bahasa Indonesia.
Di sisi lain, kemampuan bahasa Indonesia lisan yang bersifat reseptif atau kemampuan mendengar, sering digunakan dalam berbagai kesempatan baik formal maupun informal, seperti mendengarkan penjelasan dosen, pemateri seminar sampai mendengarkan pembicaraan teman. Kemampuan ini berbeda-beda pada setiap diri mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki kemampuan mendengar lebih, ia akan lebih mudah dan cepat dalam menangkap pembicaraan. Berbeda dengan mahasiswa yang kurang cakap dalam hal mendengar, ia akan kesulitan dan butuh untuk berpikir dua kali guna menangkap apa yang ia dengar.
2. Kemampuan berbahasa Indonesia lisan
Dalam berbahasa dikenal empat macam keterampilan atau kemampuan dasar, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Membaca yang mana merupakan kemampuan untuk memahami bahasa tulis dan mendengar yang mana merupakan kemampuan untuk memahami bahasa lisan, keduanya merupakan kemampuan berbahasa yang bersifat reseptif. Sedangkan kemampuan yang bersifat produktif dalam bahasa tulis adalah kemampuan menulis. Dengan kata lain, kemampuan berbicara merupakan kemampuan bahasa lisan yang bersifat produktif.
Sehubungan dengan kemampuan berbicara, sebagaimana dikemukakan oleh Guntur Tarigan (dalam Isah Cahyani dkk 1985:15) bahwa, kemampuan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, mengatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Dengan kata lain tujuan berbicara adalah untuk melakukan interaksi ataupun komunikasi demi tujuan tertentu yang dituju oleh si pembicara.[2]
Selain itu, seseorang dikatakan mampu atau terampil dalam berbicara bila yang bersangkutan terampil memilih bunyi-bunyi bahasa secara tepat pula guna menyampaikan pikiran, perasaan, gagasan, fakta, perbuatan dalam suatu konteks komunikasi.[3] Tentunya, dalam pencapaiannya tidak hanya dibutuhkan latihan dari yang bersangkutan melainkan juga diperlukan sebuah pembelajaran yang baik.
Menyimak atau mendengarkan yang dimaksud di sini bukan sekedar mendengar bunyi-bunyi bahasa melainkan juga memahaminya. Kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan untuk memahami kata-kata yang didengarkan juga untuk membedakan bentuk-bentuk tekanan dan nada yang didengar serta untuk mengenali dan mendeteksi kata-kata khusus yang mengidentifikasi gagasan pokok, topik dan tema yang didengar.
Tidak dapat dimungkiri bahwa setiap dari kita selalu menggunakan kemampuan bahasa lisan pada setiap kesempatan. Tidak dapat dibayangkan jika kita, terutama mahasiswa, kurang cakap dalam kemampuan ini, tentu kita akan kesulitan dalam menjalani kegiatan keseharian. Namun betapa menguntungkannya jika mahir dalam kemampuan bahasa lisan. Setiap dari apa yang baik kita dengarkan maupun kita bicarakan tentu terasa semakin berarti. Namun, dalam pencapaiannya sudah pasti tidak hanya membutuhkan latihan dari pribadi diri sendiri tapi juga membutuhkan pembelajaran yang baik.
3. Pembelajaran bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa
Dalam pengajaran bahasa terdapat tiga hal yang mana saling berkaitan dan saling bertautan, yaitu pendekatan, metode dan teknik. Pendekatan berada di tingkat yang paling tinggi, yang kemudian diturunkan dalam bentuk metode dan selanjutnya diterapkan dalam teknik. Teknik inilah yang paling berpengaruh karena berada pada tahap operasi atau pelaksanaan.
Pendekatan merupakan sikap atau pandangan tentang sesuatu yang biasa berupa asumsi-asumsi yang saling berkaitan.[4] Pendekatan lebih mengarah pada pandangan awal kita dalam melaksanakan pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan bisa bersifat formal, fungsional, komunikatif ataupun yang lainnya tergantung pada arah yang dituju dalam pembelajaran. Adapun dalam perguruan tinggi secara mayoritas pembelajaran bahasa Indonesianya berpendekatan komunikatif, karena memang pembelajarannya diorientasikan pada tujuan untuk mengembangkan kompetensi komunikatif. Hal itu disebabkan karena dengan kompetensi tersebut mahasiswa diharapkan mampu untuk mengemukakan gagasan keilmuan sesuai dengan bidangnya.[5]
Metode ialah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan (dalam Iskandarwassid dkk, 2008). Metode lebih bersifat prosedural karena memang bertujuan untuk mempermudah pengerjaan suatu pekerjaan. Sama halnya dengan pendekatan, penggunaan metode bergantung pada tujuan si pengajar dalam melakukan pembelajaran. Metode bisa berupa metode komunikatif, tematik, kuantum, partisipatori ataupun metode yang lainnya.
Hal lainnya yang sangat berpengaruh dalam pembelajaran adalah teknik. Menurut Iskandarwassid (2008) teknik merupakan suatu kiat atau siasat untuk menyelesaikan sesuatu tujuan. Teknik tidak harus konsisten dengan metode, melainkan harus selaras dengan pendekatan yang digunakan.[6] Dalam perguruan tinggi ada beberapa teknik yang paling sering disajikan dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu:
1. Teknik penyajian diskusi
Dalam teknik ini pengajar berusaha untuk menciptakan suatu kelas yang komunikatif dan saling berinteraksi satu sama lain. Tujuan utamanya yaitu agar mahasiswa dapat berinteraksi dan bertukar pikiran guna memecahkan suatu persoalan. Dalam diskusi keturutsertaan dan antusias dari mahasiswa sangatlah berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan pengajar yang benar-benar mampu untuk membuat suasana kelas yang aktif dan lebih hidup. Diskusi dapat dibentuk berupa diskusi panel, simposium, seminar dan sebagainya.
2. Teknik penyajian kerja kelompok
Dalam teknik ini mahasiswa diberi tugas untuk dikerjakan secara berkelompok. Mereka saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas demi mencapai hasil yang maksimal.[7]
Baik pendekatan, metode maupun teknik, semua merupakan suatu langkah dalam pelaksanaan pembelajaran. Keberhasilan pengajar dalam mencapai tujuan bergantung pada seberapa kemampuannya dalam meramu ketiga unsur tersebut dan menerapkannya dalam pembelajaran.
Namun, yang kita dapati sekarang ini, seberapa baikpun strategi yang digunakan, masih belum bisa untuk mewujudkan hasil seperti yang diharapkan. Terbukti dari adanya sejumlah mahasiswa yang dapat dinilai kurang mampu dalam berbahasa Indonesia lisan dengan baik dan benar. Mungkin ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran mahasiswa dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Akibatnya, masih bisa ditemui mahasiswa yang kurang serius pada saat proses pembelajaran dan tidak begitu perduli dengan tugas-tugas yang diberikan. Atau bisa juga disebabkan adanya dosen yang kurang cakap dalam proses pembelajaran, baik dari strategi yang digunakan maupun kurang antusiasnya dalam memahamkan mahasiswa.
4. Pengaruh pembelajaran bahasa Indonesia terhadap kemampuan berbahasa lisan bagi mahasiswa
Setelah kita mengetahui tentang apa yang terjadi seputar bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa, baik itu mengenai penggunaannya maupun pembelajarannya. Kita bisa menganalisis pengaruh yang terjadi akibat pembelajaran terhadap kemampuan berbahasa Indonesia lisan mahasiswa.
Pembelajaran bahasa Indonesia secara jelas berpengaruh pada kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa, tidak hanya tulis tapi juga lisan. Yang tentunya juga akan turut mempengaruhi terhadap kebenaran apa yang disampaikan oleh mahasiswa. Dilatarbelakangi oleh kemampuan mereka dalam berbahasa lisan yang walaupun hanya mereka gunakan pada saat-saat yang formal saja tapi hal itu sudah menunjukkan bahwa seluruh pembelajaran bahasa yang telah mereka peroleh baik semasa belum menjadi mahasiswa maupun sesudahnya memiliki peran yang cukup besar dalam bahasa indonesia lisan mereka. Seperti kegiatan diskusi, presentasi, seminar dan kegiatan formal lain tentu tidak akan berjalan dengan lancar jika mahasiswanya tidak berkemampuan bahasa Indonesia lisan. Dengan adanya pembelajaran yang efektif tentu dapat menciptakan kemampuan berbicara mahasiswa yang lancar dalam pelafalanya, sesuai kaidah dalam penggunaannya serta sesuai dengan etika dalam berkomunikasi seperti berbahasa dengan baik, ramah, dan sopan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia sangatlah berpengaruh dan berguna bagi kemampuan bahasa indonesia lisan mahasiswa, mengingat pentingnya kemampuan bahasa Indonesia lisan mahasiswa guna lancarnya kegiatan formal yang mereka lakukan.
Selain itu pembelajaran bahasa indonesia juga berpengaruh pada kemampuan bahasa Indonesia lisan mahasiswa yang mana dengan kemampuan bahasa lisan yang baik dapat membantu mahasiswa dalam melakukan hubungan sosial dengan masyarakat sekitar. Dapat dibayangkan jika mahasiswa tidak cakap dalam berbahasa Indonesia lisan, tentu mereka akan kesulitan untuk berinteraksi dengan sesama.
Di samping itu kemampuan bahasa Indonesia lisan yang baik juga berpengaruh pada kemampuan mahasiswa dalam memperoleh ilmu serta informasi. Karena dengan adanya kemampuan bahasa Indonesia lisan yang baik mahasiswa akan lebih mudah dalam menerima pembelajaran dan apa yang disampaikan padanya. Hal ini berhubungan dengan kemampuan mendengar mahasiswa. Mahasiswa yang terampil dalam mendengar akan dapat lebih mudah menangkap inti dari apa yang disampaikan padanya dan apa yang didengarkannya sehingga mempercepat proses penambahan keilmuannya.
C. PENUTUP
Adapun dari pembahasan yang dilakukan di atas, dapat disimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
a. Mahasiswa mayoritas hanya menggunakan bahasa Indonesia lisan pada kesempatan formal saja. Seperti ketika dalam kegiatan diskusi, presentasi, seminar serta digunakan ketika bertemu dengan orang yang memiliki derajat lebih tinggi.
b. Dalam bahasa lisan terdapat dua macam keterampilan atau kemampuan. Yaitu, kemampuan berbicara (produktif) dan kemampuan mendengar (reseptif).
c. Pembelajaran bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan komunikatif dan metode komunikatif. Selain itu teknik yang digunakan adalah teknik penyajian diskusi dan teknik penyajian kerja kelompok.
d. Pembelajaran yang diterapkan di kalangan mahasiswa sangatlah berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Indonesia lisan dan sangatlah dibutuhkan mengingat bahwa mahasiswa sangatlah dituntut untuk menggunakannya.
a. Bagi mahasiswa sebaiknya mereka lebih sering dalam menggunakan bahasa Indonesia lisan baik dalam kegiatan formal maupun informal. Mengingat kedudukan mahasiswa sebagai pelajar level tinggi yang dituntut untuk mampu dalam berbahasa Indonesia lisan.
b. Dalam pembelajaran sebaiknya baik dosen maupun mahasiswa lebih giat dalam proses pembelajaran agar tercipta mahasiswa yang benar-benar mampu dan terampil dalam berbahasa Indonesia
D. REFERENSI
Ariani Madusari, Endah, T. Suplemen pendidikan BERMUTU: Metodologi Pembelajaran, (online), http://www.docstoc.com.docs/25352982 METODOLOGI-PEMBELAJARAN-BAHASA-INDONESIA/, diakses 3 Januari 2011.
Bloomfield, leonard. 1993. Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Cahyani, Isah dkk. 2007. kemampuan berbahasa Indonesia di sekolah dasar. Bandung: UPI Press.
Daniel Parera, Jos. 1997. Linguistik Edukasional. Jakarta:Erlangga.
Hartati, Tatat dkk. 2006. Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia si kelas rendah. Bandung: UPI Press.
Iskandarwassid dan H. Dadang Sunendar. 2008. Strategi pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosda karya.
Syafyahya, Leni. Pendekatan Komunikatif dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, (online), http://lenisyafyahya. wordpress.com/2010/01/28/pendekatan-komunikatif/, diakses 3 Januari 2011.
Tarigan, Djago. 1992. Materi pokok pendidikan bahasa Indonesia 1. Jakarta: Universitas Terbuka.
[2] Isah Cahyani et. al, kemampuan berbahasa Indonesia di sekolah dasar (Bandung: UPI Press, 2007), 60.
[4] Iskandarwassid dan Dadang sunendar, Strategi Pembelajaran Bahasa (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008), 40.
[5] Leni Syafyahya, Pendekatan Komunikatif dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi, http://lenisyafyahya. wordpress.com/2010/01/28/pendekatan-komunikatif/, diakses 3 Januari 2011.
[6] Ibid., 66.
[7] Endah Ariani Madusari T., Suplemen pendidikan BERMUTU: Metodologi Pembelajaran, dari http://www.docstoc.com.docs/25352982 METODOLOGI-PEMBELAJARAN-BAHASA-INDONESIA/, diakses 3 Januari 2011.